Mengenal Scalping, Day, Swing, dan Position Dalam Trading
Sama semacam berinvestasi saham jangka panjang, membeli saham untuk jangka singkat (trading) juga mempunyai sejumlah taktik yg biasa dipakai para trader ketika bertransaksi. Untuk mampu memperoleh keuntungan dari fluktuasi harga saham, trader punya gaya serta strateginya masing-masing. Ada yg beli serta jual saham bulanan, mingguan, bahkan dalam hitungan jam serta menit saja.
Strategi tersebut menjadi penting untuk diketahui trader pemula alasannya ialah sangat berkaitan dengan tingkat kenyamanan dalam melakukan trading. Apakah tepat untuk trading dalam waktu singkat? Atau prefer trading yg sedikit lebih kalem dengan jangka waktu yg agak panjang? Opsi mana yg wajib dipilih? Berikut penjelasannya.
Scalping
Scalp trading alias scalping merupakan taktik trading saham yg mengambil profit dari perubahan harga yg kecil melewati transaksi jual serta beli saham, yg dilakukan berbagai kali dalam sehari. Trader yg memakai gaya scalping biasanya melakukan trading sebanyak 10 hingga 100 lebih kali dalam satu hari demi memperoleh akumulasi keuntungan yg lebih besar.
Tingkat konsentrasi yg tinggi sangat diperlukan untuk mampu menghasilkan keuntungan dari taktik scalping. Ini berfungsi supaya scalper mampu memantau pergerakan chart harga sekecil apapun serta memberikan reaksi yg cepat dengan mengambil posisi ketika harga mulai bergerak. Scalper juga wajib dilengkapi dengan mental yg kuat dalam menghadapi volatilitas harga saham.
Dari banyaknya effort serta skill yg diperlukan, tidak heran kalau taktik ini lumayan berisiko. Scalping dikhususkan bagi trader yg mempunyai tidak sedikit waktu senggang untuk melakukan trading dengan cara cepat dalam hitungan detik hingga menit saja. Namun apabila scalping dilakukan dengan benar, potensi profitnya mampu hingga belasan persen dalam satu hari.
Day Trading
Day trading merupakan taktik yg melibatkan pembelian serta penjualan saham dalam hari yg sama serta menutup posisi sebelum akhir hari perdagangan. Secara definisi hampir mirip dengan scalping, tapi biasanya day trading dilakukan dalam time frame yg sedikit lebih panjang, yaitu hitungan menit hingga jam.
Day trading juga sangat bergantung pada fluktuasi pasar. Para day trader menyukai saham yg kerap memantul sepanjang hari yg mana acapkali dikarenakan oleh laporan pendapatan, berita, alias hanya sentimen pasar dengan cara umum. Dalam bertransaksi, saham likuid tidak sedikit diincar day trader alasannya ialah memungkinkan mereka untuk masuk serta keluar dari sebuah posisi tanpa memengaruhi harga saham dengan cara signifikan.
Namun dalam prakteknya, trader mengalami kesulitan untuk memperoleh keuntungan dengan taktik day trading. Sebuah studi dari Brad Barber, seorang profesor di University of California memberikan hanya 1% day trader yg mampu menghasilkan profit dengan cara konsisten. Studi ini meneliti trading selagi periode 14 tahun dari 1992 hingga 2006.
Risikonya yg tinggi membikin secara umum dikuasai trader non profesional yg mencoba melakukan day trading tidak sukses dalam jangka panjang. Untuk mampu menjadi seorang day trader yg sukses, dedikasi, disiplin, serta kontrol pengelolaan uang yg ketat sangat diperlukan.
Sebagai info tambahan, dulu day trading hanya diterapkan oleh trader profesional di bank alias perusahaan investasi. Seiring perkembangan teknologi yg mendorong munculnya electronic trading, ketika ini day trading menjadi terus terkenal di kalangan investor individu.
Swing Trading
Dibandingkan dengan kedua taktik tadi, swing trading termasuk lebih kalem alasannya ialah tidak butuh monitoring grafik saham selagi berjam-jam. Swing trading merupakan taktik perdagangan saham yg dipakai untuk membeli serta menjual saham ketika indikator memberikan tren naik alias turun yg mampu berkisar satu hari hingga berbagai minggu.
Potensi profit day trading berkisar 5-20 %. Swing trading berfungsi untuk memanfaatkan “ayunan” harga terendah serta paling atas sementara dalam tren keseluruhan yg lebih besar untuk melakukan pembelian serta penjualan. Di sini indikator teknikal berperan sebagai penentu apakah sebuah saham mempunyai momentum serta waktu paling baik untuk melakukan sell alias buy?
Untuk itu, trader wajib bertindak cepat supaya mampu meringkus pergerakan kecil dalam tren tersebut. Dengan begitu trader akan membikin tidak sedikit keuntungan hingga menghasilkan pengembalian yg signifikan. Misalnya, trader A memperoleh profit 15% dalam lima bulan. Trader B dengan day trading mampu memperoleh profit 5% setiap minggu serta melebihi keuntungan trader lain dalam jangka panjang.
Kebanyakan swing trader memanfaatkan grafik harian 60 menit, 24 jam, 48 jam, serta lain-lain. Grafik ini dipakai untuk memilih titik entry serta exit terbaik. Tapi berbagai juga ada yg memakai grafik dengan time frame yg lebih pendek, semacam 4 jam alias per jam.
Position Trading
Position trading merupakan taktik yg mencari keuntungan dalam jangka waktu menengah hingga relatif panjang, mampu berminggu-minggu alias berbulan-bulan. Ini menjadikan position trading sebagai taktik dengan periode holding terlama di antara semua gaya trading yg telah disebutkan. Cocok untuk day trader yg ingin bertransaksi dengan lebih santai.
Kebalikan dari day trading, taktik ini umumnya tidak lebih peduli kenaikan harga saham jangka singkat serta koreksi pasar yg berpotensi membalikkan tren harga untuk sementara.
Tujuan dari position trading ialah mengidentifikasi tren harga saham yg mampu berlanjut untuk jangka waktu yg relatif lama serta memperoleh keuntungan dari tren tersebut. Oleh alasannya ialah itu, position trader berfokus pada kinerja saham jangka panjang, mirip dengan perspektif investasi jangka panjang.
Post a Comment for "Mengenal Scalping, Day, Swing, dan Position Dalam Trading"